Categories
Otomotif

4 Hal Berkendara Kerap Terabaikan

4 Hal Berkendara Kerap Terabaikan, Motoris acap kali abai akan hal-hal kecil, baik sebelum ataupun selama berkendara. Padahal beberapa hal yang mungkin jadi kebiasaan tersebut, justru berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan.

1. Mengabaikan Sistem Penguncian Helm

Helm merupakan salah satu perlengkapan wajib bagi setiap pengguna sepeda motor. Mengenai kelengkapannya, pelindung kepala ini juga harus memiliki sistem penguncian. Umumnya terdapat beberapa pilihan, mulai dari microlock atau double D-ring. Terlepas dari keunggulannya masing-masing, ada hal yang patut diperhatikan. Sebelum mulai berkendara, perangkat itu harus terkunci dengan baik. Pada helm dengan mekanisme microlock misalnya, pastikan hingga berbunyi ‘klik’.

Ini penting ketika mengalami insiden atau terjatuh saat berkendara. Dengan helm terkunci tadi, maka kejadian helm terlepas akan dieliminir untuk mengurangi cedera serius. Namun, pastikan pula helm yang dipakai sudah memenuhi standar keselamatan terbaik. Minimal sesuai dengan SNI.

Honda CBR 150 R - Posisi Riding Sporty

2. Kebiasaan Meletakkan Jari di Tuas Rem

Perilaku ini mungkin menjadi pemandangan umum di kalangan pemotor. Maksud hati agar lebih sigap ketika harus melakukan pengereman mendadak. Namun, kebiasaan seperti ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan. Pasalnya, tidak sedikit pula pemotor kehilangan konsentrasi.

Alhasil, refleks melakukan pengereman mendadak, sementara posisi berkendara maupun motor tidak dalam kondisi ideal. Situasi ini dapat menyebabkan roda selip dan terjatuh, apalagi jika pemotor tidak siap. Bahayanya lagi, hal tadi juga dapat menimbulkan kecelakaan beruntun di belakang.

Biasakanlah tidak menaruh jari di tuas rem dan belajar mengontrol penggunaan rem dengan baik. Dari pemaparan pihak Wahana Honda, proses pengentian laju kendaraan sebaiknya dilakukan simultan. “Umumnya kita diajarkan untuk menggunakan rem dengan porsi 60:40, atau porsi rem depan 60% dan rem belakang 40%. Distribusi pengereman ini dimaksudkan untuk menghindari resiko adanya selip saat proses mengerem,” tulis mereka dalam situs resminya. Jangan lupa menurunkan atau menutup tuas gas sebelum berhenti.

Spion motor

3. Mengesampingkan Fungsi Spion

Tentu ada alasan kenapa spion bawaan pabrikan dibuat dengan ukuran cukup lebar. Ya, tujuannya adalah agar pengendara mendapatkan visibilitas maksimal kala memantau situasi di belakang. Penggunaannya sangat penting, terutama sebelum Anda menyalip kendaraan lain atau berbelok.

Itulah kenapa spion ini perlu sekali diatur. Menyoal pengaturannya pun tidak sulit. Usahakan bagian belakang menjadi area paling dominan. Bukan tangan atau wajah Anda! Satu lagi, nyalakan sein sebelum mengubah arah kendaraan dan jangan melakukannya secara mendadak.

Pemotor membawa beban banyak

4. Membawa Barang Bawaan Berlebih

Perilaku ini juga masih sering kita temui di jalan raya. Padahal, membawa barang yang terlalu banyak atau berukuran besar itu sangat berisiko. Bisa membahayakan keselamatan karena keseimbangan berkendara jadi terganggu. Terlebih jika sedang dalam kecepatan tinggi. Bisa jadi, kita malah jadi sulit berbelok atau bermanuver untuk menghindari hal-hal yang berpotensi membahayakan diri kita di jalan raya.

Anda dituntut lebih bijak dalam membawa barang bawaan, sebagai upaya meningkatkan keselamatan diri saat berkendara. Harus selalu dingat, bahwa kecerobohan di jalan raya bisa berdampak fatal tidak hanya untuk kita sendiri namun juga orang lain di sekitar kita. Selain itu, Anda pun mesti bersiap menerima penindakan dari pihak kepolisian (tilang) jikalau membawa barang di luar batas daya tampung dari kendaraan itu sendiri.

Dilansir oleh http://ristorantelariseria.it/

Categories
Otomotif

Tips Aman Berkendara Ketika Hujan

Tips Aman Berkendara Motor Saat Musim Hujan

Tips Aman Berkendara Ketika Hujan, Indonesia saat ini sudah memasuki musim penghujan. Genangan pun mudah terjadi di mana-mana. Beberapa daerah bahkan sudah sempat mengalami banjir. Sebagai pengendara motor, Anda tentu tak ingin aktivitas terhambat karena cuaca ini kan? Di lain sisi, berkendara aman lebih diperlukan dalam situasi ini.

Ada beberapa langkah yang kami sarikan dari Wahana Honda untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan saat mengendarai motor di musim hujan. Beberapa di antaranya, bahkan merupakan langkah wajib yang perlu Anda lakukan bukan cuma di saat musim hujan saja.

1. Rencanakan Rute Perjalanan

Tentukan rute yang akan dilewati untuk mencapai tempat tujuan, terlebih ketika kamu mengunjungi daerah yang jarang atau bahkan belum pernah dikunjungi. Saat tersesat, seseorang akan merasa bingung sehingga memicu pecahnya konsentrasi, terlebih ketika sedang hujan dan jarak pandang yang buruk menuntut pengendara harus ekstra hati-hati.

Promo Honda ADV150

Nah, untuk menghindari risiko tersesat, kamu harus merencanakan rute perjalanan dengan matang. Ketahui jalur yang berpotensi banjir, dengan itu Anda tak perlu ambil risiko terhambat di tengah perjalanan. Upayakan juga Anda sudah menghafalkan titik-titik bantuan seperti SPBU, tambal ban, rest area, atau lokasi-lokasi untuk berteduh jika hujan terlalu deras untuk dilalui.

2. Periksa Lampu Kendaraan

Pastikan untuk memeriksa semua lampu kendaraan. Lampu berperan penting dalam membantu kamu melihat di jarak pandang terbatas akibat hujan yang deras. Nyalakanlah lampu utama, baik pada siang ataupun malam hari untuk memudahkan pengendara lain melihat kendaraanmu. Jangan gunakan lampu darurat (hazard) selama kendaraan bergerak, kecuali kamu memang dalam situasi membutuhkan bantuan.

3. Periksa Komponen Penting Kendaraan

Jika kamu ingin bepergian, pastikan untuk selalu memerhatikan kondisi setiap komponen utama kendaraan. Komponen-komponen seperti kemudi, gas, pedal rem, atau kopling harus diperhatikan apakah mampu berfungsi dengan baik atau tidak. Saat musim hujan, kendaraan akan bekerja lebih sehingga kamu perlu memberikan perawatan ekstra untuk mengantisipasi kondisi atau insiden tak terduga yang akan memicu terjadinya kecelakaan.

4. Periksa Tekanan Udara dalam Ban

kondisi ban motor

Kondisi tekanan udara di dalam ban harus diperhatikan secara saksama. Ingat, tekanan udara yang cukup serta alur ban yang baik akan meminimalkan risiko kendaraan melayang di atas air (aquaplaning) serta tergelincir (selip) saat musim hujan. Jangan pernah mengabaikan ban motor yang sudah tipis. Periksa kondisi ban kendaraan secara rutin, minimal seminggu sekali.

5. Memakai Pakaian yang Tepat

Selain kendaraan, kamu harus memerhatikan pakaian yang digunakan saat berkendara pada musim hujan. Gunakan alas kaki yang tahan air, tidak licin, dan aman untuk berkendara. Dengan begitu, kamu akan tetap stabil saat berkendara. Begitu pun dengan baju dan jaket. Usahakan menggunakan jaket yang bisa menahan dari terpaan hujan ringan juga menjaga suhu tubuh. Jika badan kamu terlalu dingin, bisa mempengaruhi respon dan kemampuan mengendalikan motormu.

6. Menyiapkan Jas Hujan

Berkendara dengan motor menuntut kamu harus siap dengan segala kondisi cuaca, terutama hujan. Tentunya kamu tidak menginginkan baju, celana, atau tas kamu basah karena guyuran air hujan kan? Oleh karenanya, penting untuk selalu menyiapkan jas hujan sebagai antisipasi. Namun, pemilihan jas hujan harus benar-benar diperhatikan demi kenyamanan dan keamanan saat berkendara.

Triumph Tiger 900

Hindari memilih jas hujan ponco karena berisiko tersangkut. Sebaliknya, pilihlah jas hujan berbentuk baju dan celana dengan tingkat kenyamanan dan keamanan yang lebih terjamin.

7. Berkendara dengan Kecepatan yang Normal

Guyuran hujan tentunya membuat kondisi jalan menjadi licin. Oleh karena itu, kamu harus berkendara dengan ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan dalam berkendara saat hujan untuk meminimalkan risiko ban tergelincir (selip). Mengemudikan kendaraan dalam kondisi kecepatan yang rendah atau normal akan menjaga daya cengkeram ban karena alur ban sering bersentuhan langsung dengan aspal.

8. Menjaga Jarak Aman

honda adv150

Pastikan untuk selalu menjaga jarak aman dengan pengendara lain. Saat hujan, jarak aman pengereman kendaraan tentunya membutuhkan jarak yang lebih jauh dibandingkan saat jalanan dalam kondisi kering.

9. Hindari Menerobos Genangan Air

Jangan asal-asalan menerobos genangan air saat musim hujan. Kedalaman genangan tentunya tidak bisa kita ketahui. Jika kamu memaksa untuk menerobos dan ternyata genangan tersebut dalam, kendaraan berpotensi mogok atau terperosok ke dalam lubang.

10. Selalu Perhatikan Marka Jalan

Marka jalan memiliki fungsi penting untuk meminimalkan risiko pengendara mengalami kecelakaan. Selain itu, mematuhi marka jalan juga akan menjaga kamu tetap berkendara di jalur yang benar dan aman.

11. Jangan Menghidupkan Mesin Saat Terjebak Banjir

Jangan menghidupkan mesin saat terjebak banjir dan mogok. Hal ini dikarenakan air akan masuk ke mesin dan membuat kerusakkan makin parah. Sebaiknya, dorong motor kamu ke tempat aman untuk menghindari korsleting pada sistem pengapian kendaraan yang memicu kendaraan terbakar.

Demikian beberapa tips berkendara saat hujan yang perlu kamu tahu. Ingat, selalu waspada dan berhati-hati di jalan ya! Jangan lupa juga untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, memerhatikan marka jalan, dan berkonsentrasi.

Dilansir oleh http://pickledespresso.com.au/

Categories
Otomotif

Fungsi Pengecekan Oli Mesin

Pahami Fungsi dan Tahap Pengecekan Oli Mesin

Fungsi Pengecekan Oli Mesin, Oli mesin memiliki fungsi vital terhadap mesin kendaraan. Sebagai contoh pada sepeda motor. Keberadaannya ditujukan untuk melumasi suku cadang di dalam jantung mekanik, agar tidak terjadi gesekan antar komponen. Tak semata melindungi, pasalnya ada lagi fungsi lain dari pelumas ini. Mari kita simak.

Pendingin

Selain melindungi dari gesekan, oli mesin motor juga bertugas menjaga suhu mesin dalam keadaan ideal. Lantaran punya kandungan pendingin, maka mesin dapat bekerja maksimal. Menjaga performa mesin untuk tetap mengeluarkan performa secara optimal, serta mengurangi efek pemborosan BBM akibat panas berlebih di ruang bakar.

Pembersih

Hampir semua pelumas memiliki deterjen alias pembersih. Kandungannya beragam. Namun, perannya cukup penting untuk membersihkan residu atau kotoran dari sisa pembakaran. Oli juga berfungsi mengendalikan atau membawa gram akibat gesekan antar komponen, supaya tidak menempel di bagian penting mesin. Kotoran yang terbawa akan tersaring oleh saringan oli, sehingga oli tetap bersih.

Mencegah Korosi

Aditif pada oli mesin punya peran melindungi komponen mesin dari korosi. Ini penting mengingat bagian itu umumnya terbuat dari logam – rentan mengalami oksidasi dan menyebabkan karat.

Ganti oli Federal AHM

Menghaluskan Suara Mesin

Proses pembakaran di mesin terjadi akibat adanya tumbukan antara piston, batang piston dan porong engkol. Dengan adanya pelumas, maka ia menjadi pelapis bagian-bagian tersebut. Maka itu pula ia mampu meredam benturan, sehingga membuat suara mesin menjadi lebih halus.

Sebaliknya, jika suara mesin motor Anda terasa kasar, ada kemungkinan diakibatkan oli mesin yang sudah lama. Seperti kita ketahui, pelumas haruslah diganti secara rutin – paling tidak setiap 2.000 km. Apabila belum tercapai, tak ada salahnya Anda mengecek kondisi oli mesin Anda. Ini tahapannya:

1. Posisikan sepeda motor tegak – menggunakan standar tengah.

2. Hidupkan mesin dalam keadaan stasioner selama 3-5 menit.

3. Matikan mesin dan diamkan selama 2-3 menit.

4. Lap dengan kain bersih disekitar tutup oli untuk mencegah kotoran masuk kedalam mesin saat tutup dibuka.

5. Buka tutup oli dan bersihkan tangkai pengukurnya dengan kain.

6. Masukan kembali tutup oli tanpa di sekrup.

7. Angkat tutup oli dan periksa tingkat volume oli. Jika isinya sudah ada di ambang terbawah deep stick, segeralah untuk mengganti atau menambahnya dengan oli baru.

Tapi pahami pula jenis oli mesin yang cocok untuk motor Anda. Umumnya Terdapat dua jenis oli pada sepeda motor. JASO MA untuk kopling basah seperti motor sport dan bebek, serta JASO MB peruntukan kopling kering yakni motor matik alias skutik. Lalum perhatikan juga standard SAE – kekentalan oli dan juga klasifikasi API yang menentukan kualitas serta tingkat performa oli mesin.

Dilansir oleh https://dealerpro.net/

Categories
Otomotif

Motor 2 Tak, Waspada Rembesan Oli

Masih Sayang Motor 2-Tak? Waspada Rembesan Oli!

Motor 2-Tak, Waspada Rembesan Oli Mesin

Motor 2 Tak, Waspada Rembesan Oli, Pernahkah Anda melihat oli di lantai rumah saat motor 2 Tak diparkir? Tetesan oli bisa saja mengalir melalui standar samping atau bahkan ada yang menetes langsung lantaran terjadi kebocoran.

Penyebabnya karena banyak hal. “Bisa karena ada pemasangan komponen yang kurang pas seperti seal, seal kruk as, gear, persneling, engkol, ada juga dari paking mesin,” kata pemilik bengkel Bontot Motor, Ahmad Sayuti saat dihubungi OTO.com, Selasa (25/9).

Namun, tak semua motor 2-tak mengalami permasalahan serupa. Kebocoran atau rembesan oli bisa juga berasal dari knalpot. “Biasanya dari paking knalpot itu dari leher knalpotnya, pas pada sambungannya itu yang bikin bocor,” kata pria yang akrab disapa Bontot itu.

Rembesan oli dari leher knalpot

Rembesan oli dari leher knalpot, lantaran pemasangan paking yang tidak pas. Pada motor 2-tak, seperti Yamaha RX King, permasalahannya sering mengganti knalpot dengan yang tidak orisinal. Ini lazim dilakukan pemilik yang ingin menghasilkan suara nyaring, khas RX King. “Kalau knalpotnya orisinal bisa pas, dia bocor darimana? Kan kalau pas gak ada celah. Tapi kalau enggak (ori) kan bisa jadi karena pemasangan paking knalpotnya miring dan emang tidak asli,” jelas Bontot.

sejarah RX-King

Bontot menambahkan, paking tak jadi sumber tunggal penyebab bocor. “Tergantung tahunnya juga sih, kalau motor-motor lama kan dia punya baut-bautnya juga sudah pada kendor dan enggak rapat, itu bisa bikin rembes,” lanjutnya. Baiknya, Anda kenali konstruksi motor 2-Tak yang digunakan untuk menelaah sumber kebocoran.

Menurutnya, volume oli yang berlebihan juga membuat bocor. Motor 2-tak yang menggunakan oli samping seharusnya lebih mendapat perhatian. Pasalnya, oli samping memang ikut ke ruang bakar. “Bisa juga karena kebanyakan oli, atau kelebihan menuangnya jadi bocor. Oli samping yang terlalu banyak suplainya, ikut naik ke ruang bakar. Nah, kalau ada yang tidak terbakar, oli keluar lagi lewat exhaust (knalpot),” ujarnya.

Pelumas Motor 2 Tak

Terkait pelumas, khususnya oli samping, memang jadi momok bagi motor 2-Tak. Kadar campurannya harus sesuai takaran. Jika sudah mau habis atau indikator pada motor sudah menyala, baiknya pengendara sudah siap untuk kembali mengisi oli samping. Namun bagaimana dengan oli mesin?

Cairan pelumas ini memang sangat penting guna menunjang kelancaran mesin dan komponen lain pada motor. Oli mesin berkaitan dengan performa kendaraan. Bukan hanya pemilik motor 2-tak tapi juga motor 4-tak harus memperhatikannya.

Isadat Salam selaku Technical and Training Service Engineer Motul Indonesia mengatakan, semestinya pemilik motor mengganti oli mesinnya jika sudah merasakan performanya kurang. “Motor dirasa sudah tidak enak, jangan tunggu kering oli mesinnya, tapi ya sudah merasa tidak enak artinya sudah harus diganti (oli),” kata Isadat.

Menurutnya, semua oli pasti menurun performanya. Namun jika idealnya performa mesin dirasa enak hanya tiga minggu setelah penggantian oli yang terakhir, lebih baik dirutinkan setiap tiga minggu sekali mengganti oli mesin. “Semua oli pasti turun performanya. Misalnya motor matik sekarang rata-rata 4.000 km, ganti. Kalau enaknya cuma tiga minggu ya ganti setiap tiga minggu pasti lebih baik,” pungkasnya.

Dilansir oleh http://lavainbalaclava.com.au/

Categories
Otomotif

Perbedaan Oli Mesin dan Oli Transmisi

Perbedaan Oli Mesin dan Oli Transmisi

Perbedaan oli mesin dan oli transmisi merupakan dua jenis oli motor matic yang berperan penting. Namun, beberapa orang masih belum begitu paham apa perbedaan dari kedua jenis oli ini. Bisa dibilang kedua jenis oli ini memiliki fungsi yang saling berkaitan, tetapi oli mesin dan oli transmisi tidak bisa disamakan. Nah, di manakah letak perbedaan kedua jenis oli ini? Supaya lebih jelas, coba simak penjelasan sederhana di bawah ini!ganti oli motor

  • Fungsi terhadap mesin

Ya, kedua jenis oli ini memang berfungsi sebagai pelumas komponen mesin motor. Namun, masing-masingnya berfungsi melumasi jenis komponen yang berbeada. Jika oli mesin berfungsi sebagai pelumas komponen yang berbahan logam di dalam mesin, oli transmisi befungsi melumasi komponen di bak transmisi.

  • Kandungan aditif

Kemudian, kedua oli tersebut juga memiliki aditif yang berbeda. Aditif ini yang membuat oli juga dapat berfungsi sebagai pendingin, perapat, dan juga anti karat. Namun kandungan aditif yang dimiliki oleh oli mesin dan oli transmisi berbeda – oli mesin memiliki kandungan aditif yang lebih kompleks.

  • Takaran oli

Selain itu, takaran oli mesin dan oli transmisi pun berbeda. Namun jumlah takaran masing-masing oli juga tergantung dengan kapasitas yang dimiliki tipe mesin. Kapasitas oli mesin motor umumnya berkisar antara 0,8 L – 1 L pada motor matic. Sedangkan untuk oli transmisi motor matic, biasanya sekitar 100 ml dan 120 ml.

  • Lama waktu penggantian

Kemudian, lama waktu penggantian oli mesin pun juga berbeda dengan oli transmisi. Dibanding oli mesin, oli transmisi dapat bertahan lebih lama.  Dalam kondisi normal, oli mesin matic dianjurkan untuk diganti setiap menempuh jarak 4.000 km. Sedangkan oli transmisi biasanya perlu diganti setiap 8.000 km.

  • Efek ketika jumlah oli berkurang

Dampak kekurangan oli mesin dan oli transmisi pun dapat dibedakan. Ketika oli mesin berkurang, biasanya efek yang paling kelihatan adalah performa motor yang menurun. Sementara saat kekurangan oli transmisi, motor akan mengeluarkan suara berisik dan dapat mengalami kerusakan pada sektor CVT.

Bagaimana, sudah jelas bukan apa perbedaan oli mesin dan transmisi pada motor matic?

Dilansir oleh https://werbesongs.tv/

Categories
Otomotif

Mengenal Sepeda Motor 2 Tak

Mengenal Sepeda Motor 2 Tak

Mengenal sepanjang tahun 80-an hingga 90-an, sepeda motor 2-tak adalah raja jalanan. Bertenaga besar dan bersuara garang adalah ciri khas—sekaligus daya jual—jenis motor ini. Tak hanya itu, sepeda motor 2-tak juga memiliki konstruksi mesin yang simpel sehingga menguntungkan pemiliknya dalam hal perawatan; termasuk saat hendak mengisi ulang oli samping terbaikKesederhanaan pada model mesin juga membuat rasio berat terhadap tenaga (power to weight ratio) sepeda motor 2-tak memiliki kualitas yang baik sekali.motor 2 tak

Seperti namanya, “2-tak”, sepeda motor ini hanya perlu melakukan dua langkah piston dalam satu siklus (360 derajat) pembakaran. Keringkasan pada proses pembakaran inilah yang membuat sepeda motor 2-tak menghasilkan tenaga yang lebih besar bila dibandingkan dengan sepeda motor 4-tak (tipe mesin yang sekarang merajai sepeda motor). Tenaga besar tentu menghasilkan akselerasi yang cepat sehingga tarikan awal sepeda motor 2-tak lebih responsif. Apalagi, ditambah dengan adanya pencampuran antara oli samping dan bahan bakar pada motor 2-tak sehingga membuat performanya semakin bagus.

Sederet keunggulan di atas tak cukup mampu membuat sepeda motor 2-tak berumur lebih panjang lagi. Pasalnya, motor dengan jenis mesin ini kurang efisien pada bahan bakar. Ya, mesin 2-tak membutuhkan asupan bahan bakar yang banyak karena jumlah putaran piston yang lebih sedikit itu. Selain bahan bakar, motor 2-tak juga membutuhkan oli tambahan—yakni oli samping—sebagai campuran bahan bakar yang digunakan. Kedua hal ini tentu membuat biaya pemakaian menjadi tinggi.

Kekurangan lain dari mesin 2-tak adalah polusi bunyi dan udara yang dihasilkan. Suara nyaring dari knalpot motor 2-tak terkesan cukup mengganggu. Motor ini juga menghasilkan polusi udara yang belum memenuhi standar emisi Euro3, yang berasal dari pembakaran oli samping dan gas (bahan bakar) yang masuk ke knalpot. Pelumasan mesin 2-tak pula masih tergolong kurang baik sehingga memperpendek usia suku cadang dalam mesin kendaraan.

Perkembangan teknologi industri—melalui kehadiran motor bermesin 4-tak—menjadi salah satu andil terbesar kemunduran kejayaan yang dimiliki oleh motor 2-tak. Sebetulnya, kehadiran mesin 4-tak bertujuan untuk mengatasi kekurangan yang dimiliki mesin 2-tak, agar pengguna lebih hemat dan lingkungan lebih sehat. Meski demikian, popularitas sepeda motor 2-tak tidak bisa kita lupakan atau hilangkan begitu saja.

Dilansir oleh http://bibieromeo.it/ semoga bermanfaat.

Categories
Otomotif

5 Tips Agar Motor Tak Cepat Panas

5 Tips Agar Motor Tak Cepat Panas

Salah satu problem yang seringkali dialami oleh motor adalah mesin yang cepat panas atau overheat. Meskipun telah menggunakan oli motor terbaik terkadang masih ada faktor-faktor lainnya yang membuat motor jadi cepat panas, terutama bagi motor-motor yang sering digunakan di perkotaan dan sering mengalami kemacetan. Selain berisiko pada kondisi mesin, overheat juga dapat mengganggu pengendara lainnya.

mesin motor panasPertolongan pertama yang bisa Anda lakukan adalah mematikan mesin dan mendinginkannya. Namun, bagaimana jika ada kebutuhan mendesak yang tidak memungkinkan Anda untuk mendinginkan mesin terlebih dahulu? Anda bisa melakukan pencegahan. Ya, lebih baik mencegah daripada mengatasi bukan? Ini dia beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga agar motor tak cepat panas:

  • Panaskan motor terlebih dahulu

Sebelum berangkat, sebaiknya Anda memanaskan motor selama dua sampai tiga menit terlebih dahulu agar oli tersikulasi dengan baik ke seluruh bagian mesin. Lebih baik menunggu dua sampai tiga menit daripada harus menanggung risiko di jalan bukan?

  • Pilih oli yang sesuai

Selain melindungi mesin, oli juga berfungsi untuk mengatasi masalah ini. Oli sangat berpengaruh untuk mengontrol suhu di dalam ruang mesin. Karena itu, wajib hukumnya untuk memilih oli yang sesuai dan menggantinya secara teratur agar dapat bekerja secara optimal. Tak perlu bingung memilih oli yang sesuai dengan mesin motor Anda. Cukup lihat pada buku petunjuk penggunaan oli pada motor. Di sana sudah tertera tipe oli yang dianjurkan dan sesuai dengan spesifikasi mesin agar dapat bekerja secar maksimal.

  • Cek cairan pendingin

Cairan pendingin atau yang lebih sering dikenal dengan water coolant berfungsi untuk mendinginkan mesin motor ketika dinyalakan. Jika cairan pendingin berkurang, tentunya mesin motor akan menjadi lebih cepat panas. Karena itu sangat disarankan bagi pengendara untuk rutin mengecek dan mengganti cairan pendingin, terutama ketika jarak tempuh motor sudah cukup jauh.

  • Periksa kinerja kipas radiator

Komponen ini juga perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya overheat pada motor Anda. Apalagi jika usia motor Anda sudah cukup tua, biasanya performa kerja kipas radiator sudah menurun sehingga suhu mesin menjadi lebih cepat panas.

  • Atur kerapatan piston

Posisi piston yang terlalu rapat dapat membuat seher dan piston tidak dapat bergerak dengan lancar sehingga menghambat saluran pelumasan oli. Hal ini juga bisa membuat mesin menjadi cepat panas. Jika Anda tidak begitu mengerti setelan piston yang sesuai dengan standar pabrik, sebaiknya bawa motor ke bengkel terdekat.

Itu dia beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah overheat pada motor. Semoga membantu!

Dilansir oleh http://imgdonkey.com/