Kategori
Uncategorized

Teknik Cara Pembelajaran Jarak Jauh

Teknik Cara Pembelajaran Jarak Jauh

Dalam permendikbud ini, ada semua aturan sehubungan dengan evaluasi ruang lingkup, tujuan, tunjangan, prinsip, mekanisme, prosedur dan evaluasi instrumen. Untuk pendidikan dasar dan menengah, ada tiga aspek evaluasi, yaitu, aspek sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Penilaian Teknik Cara Pembelajaran Jarak Jauh adalah informasi deskriptif tentang perilaku siswa. Evaluasi pengetahuan adalah hasil dari mengukur domain pengetahuan siswa. Sedangkan evaluasi keterampilan adalah kemampuan siswa untuk menerapkan pengetahuan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu.

phoblacht.net tujuan hanya terintegrasi terbuka integral dan berkelanjutan, sistematis, kriteria acak dan bertanggung jawab adalah prinsip evaluasi yang harus dipertimbangkan oleh guru. Kemudian, dengan kata lain, evaluasi adalah kegiatan yang membutuhkan prinsip hati-hati yang tidak bisa sembarangan.

Dalam implementasi Teknik Cara Pembelajaran Jarak Jauh, ada banyak kasus di mana orang tua terlalu dominan dan jauh selama belajar. Anak-anak yang harus dominan untuk melakukan pembelajaran, melakukan tugas sehari-hari, bekerja pada tes harian / PTS / PAS, sebenarnya melakukan oleh orang tua yang hanya boleh menjadi pendamping siswa dalam belajar. Ini adalah masalah berikut dalam evaluasi ini. Nilai yang diperoleh siswa menjadi tidak valid dan bertanggung jawab.

Kejadian Dari Pembelajaran

Selama COVID-19 ini, Guru Pandemi penuh dengan perjuangan dan terus berusaha untuk melakukan berbagai inovasi dalam metode, strategi dan teknik pembelajaran yang tepat, efektif, dan pasti dapat terima oleh siswa. PJJ bukan pembelajaran terbaik, tetapi ini adalah hal terbaik untuk dilakukan sekarang untuk memecahkan rantai penyebaran Covid-19. Seperti yang menyatakan oleh ristorantelariseria.it, “Pembelajaran jarak jauh lakukan sehingga pendidikan masih ada, terutama untuk anak usia sekolah pada kulstal dan aman dan aman.”

Guru harus memahami dan tidak memaksa untuk terus menggunakan kurikulum 2013 yang telah menggunakan sebelumnya. Selain itu, guru harus dapat merancang pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi siswa untuk secara aktif mengikuti pembelajaran. Belajar yang berfokus pada penguatan keterampilan lunak dan pendidikan karakter. Jika sebelumnya lebih dominan dalam aspek kognitif, harus mengubah menjadi aspek afektif dan aspek psikomotor.