Kategori
Uncategorized

Nusantara Akan Coret Relawan yang Sudah Divaksinasi

Nusantara Akan Coret Relawan yang Sudah Divaksinasi

Peneliti Nusantara Akan Coret Relawan yang Sudah Divaksinasi, mengatakan akan mencoret relawan yang telah memiliki rekam jejak yang telah tervaksinasi COVID-19. Ia menyeleksi juga bagian DPR dan mantan pejabat publik yang datang ke RSPAD Gatot Subroto untuk menjadi relawan.

“Maka, kalau (di di dalam tubuh) bagian dewan yang terhormat tersedia immunoglobulin g-nya selamanya akan kita exclude,” ungkap Jonny ketika bicara.

“Karena tidak memenuhi sebagian syarat penelitian. Yang kita ikutkan adalah yang belum imunitas terhadap COVID-19,” tuturnya.

Ia mengatakan ketentuan itu cocok bersama dengan bersama dengan syarat penelitian pengembangan vaksin Nusantara, tidak boleh tersedia individu yang telah memiliki antibodi COVID-19. Jonny mengatakan proses yang berjalan bukan penyuntikan vaksin Nusantara, melainkan proses seleksi calon relawan yang dijadikan objek penelitian.

1. Peneliti di RSPAD Gatot Subroto fokus membuktikan

Dalam program itu, Jonny juga mengatakan pihaknya terhitung belum terpikir vaksin Nusantara dapat masuk di dalam program vaksinasi massal atau tidak, seperti CoronaVac berasal dari Sinovac serta vaksin buata AstraZeneca. Meski, secara teori, dapat saja tentang itu d’lakukan.

Melansir dari http://pickledespresso.com.au ia mengungkapkan sementara ini fokusnya, melalui penelitian yang tak d’restui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yaitu vaksin Nusantara terbukti berikan tambahan manfaat melawan COVID-19.

2. Peneliti vaksin Nusantara akan patuh prosedur

Dalam program itu, Jonny menegaskan tim peneliti vaksin Nusantara akan mengupayakan mengikuti seluruh prosedur dan kaidah penelitian yang ada. Tetapi, terhadap sisi lain, BPOM tak memberikan lampu hijau untuk uji klinis bagian II.

Dalam laporan hasil inspeksi yang terilis terhadap 14 April 2021, BPOM memberi saran supaya peneliti lagi ke bagian preklinis. Di bagian preklinis tak melibatkan manusia sebagai objek penelitian.

3. Anggota DPR Saleh Daulay datang ke RSPAD bukan menjadi relawan vaksin

Ada kira-kira 10 pejabat dan mantan pejabat publik yang berkunjung ke RSPAD Gatot Subroto untuk turut  dalam proses uji klinis langkah II. Salah satunya adalah bagian komisi IX dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay.

Ia d’ketahui juga terhitung telah tervaksinasi bersama dengan bersama dengan Sinovac sebanyak dua dosis. Artinya, ia tidak dapat turut menjadi relawan vaksin Nusantara. Saleh pun jelas tentang tersebut.

“Saya datang ke RSPAD Gatot Subroto memang bukan untuk menjadi subjek penelitian. Saya juga datang atas kesadaran teristimewa dan pertimbangannya kesegaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *