Categories
Otomotif

Tips Aman Berkendara Ketika Hujan

Tips Aman Berkendara Motor Saat Musim Hujan

Tips Aman Berkendara Ketika Hujan, Indonesia saat ini sudah memasuki musim penghujan. Genangan pun mudah terjadi di mana-mana. Beberapa daerah bahkan sudah sempat mengalami banjir. Sebagai pengendara motor, Anda tentu tak ingin aktivitas terhambat karena cuaca ini kan? Di lain sisi, berkendara aman lebih diperlukan dalam situasi ini.

Ada beberapa langkah yang kami sarikan dari Wahana Honda untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan saat mengendarai motor di musim hujan. Beberapa di antaranya, bahkan merupakan langkah wajib yang perlu Anda lakukan bukan cuma di saat musim hujan saja.

1. Rencanakan Rute Perjalanan

Tentukan rute yang akan dilewati untuk mencapai tempat tujuan, terlebih ketika kamu mengunjungi daerah yang jarang atau bahkan belum pernah dikunjungi. Saat tersesat, seseorang akan merasa bingung sehingga memicu pecahnya konsentrasi, terlebih ketika sedang hujan dan jarak pandang yang buruk menuntut pengendara harus ekstra hati-hati.

Promo Honda ADV150

Nah, untuk menghindari risiko tersesat, kamu harus merencanakan rute perjalanan dengan matang. Ketahui jalur yang berpotensi banjir, dengan itu Anda tak perlu ambil risiko terhambat di tengah perjalanan. Upayakan juga Anda sudah menghafalkan titik-titik bantuan seperti SPBU, tambal ban, rest area, atau lokasi-lokasi untuk berteduh jika hujan terlalu deras untuk dilalui.

2. Periksa Lampu Kendaraan

Pastikan untuk memeriksa semua lampu kendaraan. Lampu berperan penting dalam membantu kamu melihat di jarak pandang terbatas akibat hujan yang deras. Nyalakanlah lampu utama, baik pada siang ataupun malam hari untuk memudahkan pengendara lain melihat kendaraanmu. Jangan gunakan lampu darurat (hazard) selama kendaraan bergerak, kecuali kamu memang dalam situasi membutuhkan bantuan.

3. Periksa Komponen Penting Kendaraan

Jika kamu ingin bepergian, pastikan untuk selalu memerhatikan kondisi setiap komponen utama kendaraan. Komponen-komponen seperti kemudi, gas, pedal rem, atau kopling harus diperhatikan apakah mampu berfungsi dengan baik atau tidak. Saat musim hujan, kendaraan akan bekerja lebih sehingga kamu perlu memberikan perawatan ekstra untuk mengantisipasi kondisi atau insiden tak terduga yang akan memicu terjadinya kecelakaan.

4. Periksa Tekanan Udara dalam Ban

kondisi ban motor

Kondisi tekanan udara di dalam ban harus diperhatikan secara saksama. Ingat, tekanan udara yang cukup serta alur ban yang baik akan meminimalkan risiko kendaraan melayang di atas air (aquaplaning) serta tergelincir (selip) saat musim hujan. Jangan pernah mengabaikan ban motor yang sudah tipis. Periksa kondisi ban kendaraan secara rutin, minimal seminggu sekali.

5. Memakai Pakaian yang Tepat

Selain kendaraan, kamu harus memerhatikan pakaian yang digunakan saat berkendara pada musim hujan. Gunakan alas kaki yang tahan air, tidak licin, dan aman untuk berkendara. Dengan begitu, kamu akan tetap stabil saat berkendara. Begitu pun dengan baju dan jaket. Usahakan menggunakan jaket yang bisa menahan dari terpaan hujan ringan juga menjaga suhu tubuh. Jika badan kamu terlalu dingin, bisa mempengaruhi respon dan kemampuan mengendalikan motormu.

6. Menyiapkan Jas Hujan

Berkendara dengan motor menuntut kamu harus siap dengan segala kondisi cuaca, terutama hujan. Tentunya kamu tidak menginginkan baju, celana, atau tas kamu basah karena guyuran air hujan kan? Oleh karenanya, penting untuk selalu menyiapkan jas hujan sebagai antisipasi. Namun, pemilihan jas hujan harus benar-benar diperhatikan demi kenyamanan dan keamanan saat berkendara.

Triumph Tiger 900

Hindari memilih jas hujan ponco karena berisiko tersangkut. Sebaliknya, pilihlah jas hujan berbentuk baju dan celana dengan tingkat kenyamanan dan keamanan yang lebih terjamin.

7. Berkendara dengan Kecepatan yang Normal

Guyuran hujan tentunya membuat kondisi jalan menjadi licin. Oleh karena itu, kamu harus berkendara dengan ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan dalam berkendara saat hujan untuk meminimalkan risiko ban tergelincir (selip). Mengemudikan kendaraan dalam kondisi kecepatan yang rendah atau normal akan menjaga daya cengkeram ban karena alur ban sering bersentuhan langsung dengan aspal.

8. Menjaga Jarak Aman

honda adv150

Pastikan untuk selalu menjaga jarak aman dengan pengendara lain. Saat hujan, jarak aman pengereman kendaraan tentunya membutuhkan jarak yang lebih jauh dibandingkan saat jalanan dalam kondisi kering.

9. Hindari Menerobos Genangan Air

Jangan asal-asalan menerobos genangan air saat musim hujan. Kedalaman genangan tentunya tidak bisa kita ketahui. Jika kamu memaksa untuk menerobos dan ternyata genangan tersebut dalam, kendaraan berpotensi mogok atau terperosok ke dalam lubang.

10. Selalu Perhatikan Marka Jalan

Marka jalan memiliki fungsi penting untuk meminimalkan risiko pengendara mengalami kecelakaan. Selain itu, mematuhi marka jalan juga akan menjaga kamu tetap berkendara di jalur yang benar dan aman.

11. Jangan Menghidupkan Mesin Saat Terjebak Banjir

Jangan menghidupkan mesin saat terjebak banjir dan mogok. Hal ini dikarenakan air akan masuk ke mesin dan membuat kerusakkan makin parah. Sebaiknya, dorong motor kamu ke tempat aman untuk menghindari korsleting pada sistem pengapian kendaraan yang memicu kendaraan terbakar.

Demikian beberapa tips berkendara saat hujan yang perlu kamu tahu. Ingat, selalu waspada dan berhati-hati di jalan ya! Jangan lupa juga untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, memerhatikan marka jalan, dan berkonsentrasi.

Dilansir oleh http://pickledespresso.com.au/

Categories
Otomotif

Fungsi Pengecekan Oli Mesin

Pahami Fungsi dan Tahap Pengecekan Oli Mesin

Fungsi Pengecekan Oli Mesin, Oli mesin memiliki fungsi vital terhadap mesin kendaraan. Sebagai contoh pada sepeda motor. Keberadaannya ditujukan untuk melumasi suku cadang di dalam jantung mekanik, agar tidak terjadi gesekan antar komponen. Tak semata melindungi, pasalnya ada lagi fungsi lain dari pelumas ini. Mari kita simak.

Pendingin

Selain melindungi dari gesekan, oli mesin motor juga bertugas menjaga suhu mesin dalam keadaan ideal. Lantaran punya kandungan pendingin, maka mesin dapat bekerja maksimal. Menjaga performa mesin untuk tetap mengeluarkan performa secara optimal, serta mengurangi efek pemborosan BBM akibat panas berlebih di ruang bakar.

Pembersih

Hampir semua pelumas memiliki deterjen alias pembersih. Kandungannya beragam. Namun, perannya cukup penting untuk membersihkan residu atau kotoran dari sisa pembakaran. Oli juga berfungsi mengendalikan atau membawa gram akibat gesekan antar komponen, supaya tidak menempel di bagian penting mesin. Kotoran yang terbawa akan tersaring oleh saringan oli, sehingga oli tetap bersih.

Mencegah Korosi

Aditif pada oli mesin punya peran melindungi komponen mesin dari korosi. Ini penting mengingat bagian itu umumnya terbuat dari logam – rentan mengalami oksidasi dan menyebabkan karat.

Ganti oli Federal AHM

Menghaluskan Suara Mesin

Proses pembakaran di mesin terjadi akibat adanya tumbukan antara piston, batang piston dan porong engkol. Dengan adanya pelumas, maka ia menjadi pelapis bagian-bagian tersebut. Maka itu pula ia mampu meredam benturan, sehingga membuat suara mesin menjadi lebih halus.

Sebaliknya, jika suara mesin motor Anda terasa kasar, ada kemungkinan diakibatkan oli mesin yang sudah lama. Seperti kita ketahui, pelumas haruslah diganti secara rutin – paling tidak setiap 2.000 km. Apabila belum tercapai, tak ada salahnya Anda mengecek kondisi oli mesin Anda. Ini tahapannya:

1. Posisikan sepeda motor tegak – menggunakan standar tengah.

2. Hidupkan mesin dalam keadaan stasioner selama 3-5 menit.

3. Matikan mesin dan diamkan selama 2-3 menit.

4. Lap dengan kain bersih disekitar tutup oli untuk mencegah kotoran masuk kedalam mesin saat tutup dibuka.

5. Buka tutup oli dan bersihkan tangkai pengukurnya dengan kain.

6. Masukan kembali tutup oli tanpa di sekrup.

7. Angkat tutup oli dan periksa tingkat volume oli. Jika isinya sudah ada di ambang terbawah deep stick, segeralah untuk mengganti atau menambahnya dengan oli baru.

Tapi pahami pula jenis oli mesin yang cocok untuk motor Anda. Umumnya Terdapat dua jenis oli pada sepeda motor. JASO MA untuk kopling basah seperti motor sport dan bebek, serta JASO MB peruntukan kopling kering yakni motor matik alias skutik. Lalum perhatikan juga standard SAE – kekentalan oli dan juga klasifikasi API yang menentukan kualitas serta tingkat performa oli mesin.

Dilansir oleh https://dealerpro.net/