Categories
Otomotif

Perbedaan Oli Mesin dan Oli Transmisi

Perbedaan Oli Mesin dan Oli Transmisi

Perbedaan oli mesin dan oli transmisi merupakan dua jenis oli motor matic yang berperan penting. Namun, beberapa orang masih belum begitu paham apa perbedaan dari kedua jenis oli ini. Bisa dibilang kedua jenis oli ini memiliki fungsi yang saling berkaitan, tetapi oli mesin dan oli transmisi tidak bisa disamakan. Nah, di manakah letak perbedaan kedua jenis oli ini? Supaya lebih jelas, coba simak penjelasan sederhana di bawah ini!ganti oli motor

  • Fungsi terhadap mesin

Ya, kedua jenis oli ini memang berfungsi sebagai pelumas komponen mesin motor. Namun, masing-masingnya berfungsi melumasi jenis komponen yang berbeada. Jika oli mesin berfungsi sebagai pelumas komponen yang berbahan logam di dalam mesin, oli transmisi befungsi melumasi komponen di bak transmisi.

  • Kandungan aditif

Kemudian, kedua oli tersebut juga memiliki aditif yang berbeda. Aditif ini yang membuat oli juga dapat berfungsi sebagai pendingin, perapat, dan juga anti karat. Namun kandungan aditif yang dimiliki oleh oli mesin dan oli transmisi berbeda – oli mesin memiliki kandungan aditif yang lebih kompleks.

  • Takaran oli

Selain itu, takaran oli mesin dan oli transmisi pun berbeda. Namun jumlah takaran masing-masing oli juga tergantung dengan kapasitas yang dimiliki tipe mesin. Kapasitas oli mesin motor umumnya berkisar antara 0,8 L – 1 L pada motor matic. Sedangkan untuk oli transmisi motor matic, biasanya sekitar 100 ml dan 120 ml.

  • Lama waktu penggantian

Kemudian, lama waktu penggantian oli mesin pun juga berbeda dengan oli transmisi. Dibanding oli mesin, oli transmisi dapat bertahan lebih lama.  Dalam kondisi normal, oli mesin matic dianjurkan untuk diganti setiap menempuh jarak 4.000 km. Sedangkan oli transmisi biasanya perlu diganti setiap 8.000 km.

  • Efek ketika jumlah oli berkurang

Dampak kekurangan oli mesin dan oli transmisi pun dapat dibedakan. Ketika oli mesin berkurang, biasanya efek yang paling kelihatan adalah performa motor yang menurun. Sementara saat kekurangan oli transmisi, motor akan mengeluarkan suara berisik dan dapat mengalami kerusakan pada sektor CVT.

Bagaimana, sudah jelas bukan apa perbedaan oli mesin dan transmisi pada motor matic?

Dilansir oleh https://werbesongs.tv/

Categories
Otomotif

5 Tips Agar Motor Tak Cepat Panas

5 Tips Agar Motor Tak Cepat Panas

Salah satu problem yang seringkali dialami oleh motor adalah mesin yang cepat panas atau overheat. Meskipun telah menggunakan oli motor terbaik terkadang masih ada faktor-faktor lainnya yang membuat motor jadi cepat panas, terutama bagi motor-motor yang sering digunakan di perkotaan dan sering mengalami kemacetan. Selain berisiko pada kondisi mesin, overheat juga dapat mengganggu pengendara lainnya.

mesin motor panasPertolongan pertama yang bisa Anda lakukan adalah mematikan mesin dan mendinginkannya. Namun, bagaimana jika ada kebutuhan mendesak yang tidak memungkinkan Anda untuk mendinginkan mesin terlebih dahulu? Anda bisa melakukan pencegahan. Ya, lebih baik mencegah daripada mengatasi bukan? Ini dia beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga agar motor tak cepat panas:

  • Panaskan motor terlebih dahulu

Sebelum berangkat, sebaiknya Anda memanaskan motor selama dua sampai tiga menit terlebih dahulu agar oli tersikulasi dengan baik ke seluruh bagian mesin. Lebih baik menunggu dua sampai tiga menit daripada harus menanggung risiko di jalan bukan?

  • Pilih oli yang sesuai

Selain melindungi mesin, oli juga berfungsi untuk mengatasi masalah ini. Oli sangat berpengaruh untuk mengontrol suhu di dalam ruang mesin. Karena itu, wajib hukumnya untuk memilih oli yang sesuai dan menggantinya secara teratur agar dapat bekerja secara optimal. Tak perlu bingung memilih oli yang sesuai dengan mesin motor Anda. Cukup lihat pada buku petunjuk penggunaan oli pada motor. Di sana sudah tertera tipe oli yang dianjurkan dan sesuai dengan spesifikasi mesin agar dapat bekerja secar maksimal.

  • Cek cairan pendingin

Cairan pendingin atau yang lebih sering dikenal dengan water coolant berfungsi untuk mendinginkan mesin motor ketika dinyalakan. Jika cairan pendingin berkurang, tentunya mesin motor akan menjadi lebih cepat panas. Karena itu sangat disarankan bagi pengendara untuk rutin mengecek dan mengganti cairan pendingin, terutama ketika jarak tempuh motor sudah cukup jauh.

  • Periksa kinerja kipas radiator

Komponen ini juga perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya overheat pada motor Anda. Apalagi jika usia motor Anda sudah cukup tua, biasanya performa kerja kipas radiator sudah menurun sehingga suhu mesin menjadi lebih cepat panas.

  • Atur kerapatan piston

Posisi piston yang terlalu rapat dapat membuat seher dan piston tidak dapat bergerak dengan lancar sehingga menghambat saluran pelumasan oli. Hal ini juga bisa membuat mesin menjadi cepat panas. Jika Anda tidak begitu mengerti setelan piston yang sesuai dengan standar pabrik, sebaiknya bawa motor ke bengkel terdekat.

Itu dia beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah overheat pada motor. Semoga membantu!

Dilansir oleh http://imgdonkey.com/